Unggul Dalam Prestasi, Bijak Dalam Bertindak, Berdasarkan Iman Dan Taqwa

Jumat, 29 Oktober 2010

Ibu Pertiwi

Kulihat ibu pertiwi
Sedang bersusah hati
Air matamu berlinang
Mas intanmu terkenang


Hutan gunung sawah lautan
Simpanan kekayaan
Kini ibu sedang susah
Merintih dan berdoa


Kulihat ibu pertiwi
Kami datang berbakti
Lihatlah putra-putrimu
Menggembirakan ibu


Ibu kami tetap cinta
Putramu yang setia
Menjaga harta pusaka 

Untuk nusa dan bangsa


Dalam agama Hindu, Ibu Pertiwi mengacu ke Dewi Bumi atau Ibu Bumi. Sang Bapak adalah bapak angkasa atau penguasa langit. Makna Ibu Pertiwi bagi Indonesia tidak lain adalah tanah airku, tanah tumpah darahku, tempat berlindung, tanah yang suci, tanah yang sakti, hutan gunung sawah dan lautan, simpanan kekayaan. Sang Ibu Pertiwi menjadi sosok seorang ibu yang dicintai, ibu yang membuai dan membesarkan anak anaknya, yang dapat bersedih hati, bersusah hati, berlinangan air mata, merintih dan berdoa, bergembira, dan tempat untuk berbhakti dan mengabdi. Semua warga bangsa Indonesia adalah anaknya, anak bangsa atau putra kesayangannya. Karena ini adalah konsep nasional, maka makna konteksnya berbicara mengenai konsep kenegaraan. Indonesia adalah Indonesia dan konsep ini terserap dan diartikan bermakna khusus dalam alam perjuangan nasional Indonesia. Personifikasi dari sosok yang dibela, yang mendasari sikap kepahlawanan dan menjadi alasan jiwa patriotik, baik dalam masa perjuangan sebelum dan setelah kemerdekaan. Atas nama Ibu Pertiwi, pengorbanan jiwa dan raga, hidup atau mati, adalah bukti jiwa pengabdian dan kecintaan pada negeri yang merdeka.



Arti lagu ini sangat menyentuh hati. Tak salah jika kita meneteskan air mata saat mendengar lagu ini. Bahkan pada saat ini, lagu Ibu  Pertiwi sangat cocok dengan keadaan nyata Sang Ibu Pertiwi.
Negeri kita mulai hancur karena bencana alam maupun bencana non-alam. Bencana alam seperti yang terjadi saat ini. Merapi Meletus, Tsunami Mentawai, dan lain sebagainya. Bencana non-alam seperti Indonesia Juara Korupsi, Kemiskinan, Kelaparan, dan masih banyak lagi.


Kita sebagai anak Ibu Pertiwi seharusnya bisa menghentikan tangis Ibu kita. Datanglah pada Ibu kita dan 'hiburlah' Ibu dengan 'BERBAKTI' kepada Ibu. KITA MASIH CINTA IBU PERTIWI.


Marilah menunduk sejenak untuk mendoakan saudara-saudara kita yang tertimpa bencana
  
by satya panggayuh

0 komentar:

Poskan Komentar